Senin, 12 Desember 2011

Pengendalian Intern

Diposkan oleh Liana Azmi di 07.17


.                                     Pengertian pengendalian intern
Menurut Mulyadi (2002:16.3) adalah sebagai berikut :
System pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang di koordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
   Dari pengertian di atas dapat diartikan sebagai berikut :
a.    Pengendalian intern adalah
suatu rencana merupakan alat bantu untuk mencapai tujuan.
b.   Pengendalian intern dilaksanakan oleh orang hukum semata-mata manual kebijakan dan formulir.
c.    Pengendalian intern diarahkan untuk mencapai tujuan di dalam suatu atau lebih kategori
2.      Tujuan Pengendalian Intern
Menurut SA Seksi 319 pertimbangan atas pengendalian intern dalam audit laporan keuangan paragraph 06 yang tujua pengendalian intern adalah :
a.    Keandalan pelaporan keuangan
Agar dapat menyelenggarakan operasi usaha dalam perusahaan dinilai dengan baik, maka manejemen harus mempunyai informasi yang akurat dan dapat diandalkan sehingga tersebut dapat dipercaya.
b.   Mendorong efisiensi dan efektivitas operasi
System pengendalian dalam suatu organisasi dimaksudkan untuk menghindari pengulangan kerja yang tidak perlu dan pemborosan dalam seluruh aspek usaha.
c.    Kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan yang berlaku.
Menajemen membuat berbagai peraturan dan prosedur untuk mencapai tujuan perusahaan.
Menurut tujuannya pengendalian intern dapat dibagi menjadi 2 macam
1)   Pengendalian administrative (Administrative Control).
Pengendalian administratif meliputi rencana kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan pemgambilan keputusan yang mengarah kepada pengotorisasian transaksi oleh manajemen.
2)   Pengendalian akuntansi (Accounting Control)
Pengendalian akuntansi meliputi rencana kebijakan dan prosedur yang bertujuan untuk menjaga kekayaan dan catatan perusahaan dan mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi.
Agar perusahaan dapat menghasilkan laporan keuangan yang andal maka dapat dilakukan dengan :
a)   Pelaksanaan transaksi dilaksanakan berdasarkan otorisasi umum atau khusus oleh manajemen
b)   Transaksi dicatat untuk menyiapkan laporan keuangan berdasarkan prinsip-prinsip
c)   Akses kedalaman aktivitas diberikan bersarkan otorisasi manajemen
d)  Catatan pertanggungjawaban atas aktiva dibandingkan dengan aktiva yang ada pada waktu-waktu tertentu.
3.      Komponen-komponen pengendalian intern.
Menurut Mulyadi (2002:183) ada 5 unsur pengendalian yaitu:
a.    Control environment ( Lingkungan pengendalian )
Manajemen pengendalian mencerminkan sikap dan tindakan manajemen mengenai pengendalian intern perusahaan. Lingkungan pengendalian mempunyai tujuh factor yang di ungkapkan yaitu :
1)    Nilai estetika dan kejujuran ( integrity and ethical value )
2)   Keinginan untuk maju
3)   Partisipasi dewan direksi atau komite audit
4)   Falsafah manajemen dan gaya operasi
5)   Struktur organisasi
6)   Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab
7)   Kebijakan dan pelatihan sumber daya manusia
b.   Risk assessment
Kesatuan perkiraan resiko yang akan timbul bertujuan untuk mengidentifikasikan, menganalisa mengelola resiko yang berhubungan dengan persiapan laporan keuangan yang akan disajikan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Resiko yang ada dalam laporan keuangan disebabkan oleh factor – factor ekstern dan intern, serta keadaan yang timbul dari pengaruh negative bahkan kemampuan perusahaan dalam mencatat, mengelola dan melaporkan data keuangan yang sesuai dengan versi manajemen di dalam manajemen keuangan. Resiko dapat timbul oleh keadaan sebagai berikut :
1)        Perubahan dalam lingkungan operasi perusahaan
2)        Karyawan baru
3)        System informasi baru
4)        Pertumbuhan yang pesat
5)        Teknologi baru
6)        Lingkungan produk atau kegiatan baru
7)        Operasi perusahaan secara internasional
8)        Keputusan akuntansi
c.    Control activities
Kegiatan pengendalian intern terdiri dari kebijakan dan prosedur yang merasakan bahwa di perlukan untuk merendam resiko dalam upaya pencapaian keseluruhan tujuan secara umum. Kegiatan pengendalian dapat dikategorikan kedalam kebijakan dan prosedur sebagai berikut :
1)   Tinjauan ulang atas penampilan kerja
2)   Pengolahan informasi
d.   Information and communication
Kualitas system informasi, termasuk system informasi akuntansi mempengaruhi kemampuan manajemen dalam membuat keputusan dan pengendalian kegiatan perusahaan dan menyiapkan laporan keuangan yang layak. Sistem informasi akuntansi terdiri dari metode – metode dan catatan – catatan yang bertujuan untuk :
1)   Mengidentifikasikan dan mencatat semua transaksi yang sah
2)   Menggambarkn secara periodic transaksi yang terperinci dalam klasifikasi yang layak pada laporan keuangan
3)   Mengukur nilai tansaksi yang sesuai dengan nilai moneter yang layak dalam laporan keuangan
4)   Menentukan periode waktu dimana timbulnya transaksi untuk dicatat pada periode akuntansi yang sesuai
5)   Pengungkapan transaksi yang layak pada laporan keuangan.
Komunikasi merupakan proses pemahaman individu dan pertanggung jawaban yang berhubungan dengan pengendalian intern terhadap laporan keuangan.
e.    Monitoring tindak lanjut
Tindak lanjut adalah suatu proses yang menguji dan menetapkan kualitas penampilan pengendalian intern, termasuk menetapkan rencana dan operasi pengendalian dalam dasar periode waktu dan pengambilan tindakan perbaikan yang diperlukan. Proses ini dicapai dengan pengawasan yang berkesinambungan terhadap kegiatan operasi perusahaan, evaluasi terpisah atau kombinasi yang keduanya seperti dengan cara mempelajari pengendalian intern yang ada, laporan auditor intern, laporan dari pihak – pihak perusahaan seperti pemerintah dan bank, umpan balik dari karyawan dan masukan konsumen. Dari proses tindak lanjut ini dapat di ketahui kelemahan dan kekuatan perusahaan sehingga dapat diusulkan pengendalian intern yang lebih baik.
4.      Keterbatasan pengendalian intern
Theadorus M Ruana Kotta (2000:124) mengemukakan keterbatasan-keterbatasan yang melekat pada pengendalian intern yaitu:
a.    Colluston (persekongkolan)
b.   Cost (biaya)
c.    Kelemahan manusia
5.      Pengendalian intern penjualan
Penjualan merupakan aktivitas terpenting dalam perusahaan karena dari aktivitas ini dapat diperoleh laba yang merupakan satu tujuan perusahaan dengan dilakukan aktivitas penjualan ini diharapkan diperoleh laba yang maksimal dan berlangsung secara kontinyu supaya kelangsungan hidup perusahaan dapat dipertahankan dan perkembangan perusahaan dapat dicapai.
Laba yang diperoleh sebagai akibat terjadinya aktivitas penjualan harus diamankan sedemikian rupa. Sehingga pimpinan harus melakukan suatu prosedur pengendalian terhadap aktivitas penjualan. Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan suatu prosedur pengendalian intern yang memadai sehingga dengan prosedur tersebut dapat :
a.    Menjamin kelancaran aktivitas penjualan sehingga memungkinkan segala sesuatunya dapat diselesaikan secara baik dan tepat waktu.
b.   Memberikan jaminan terhadap kebenaran dan kelengkapan data keuangan yang berkaitan dengan penjualan sehingga terhindar dari penyalahgunaan.
Dengan demikian untuk mencegah terjadinya penyelewengan-penyelewengan dalam perusahaan maka harus ditetapkan suatu prosedur pengendalian intern penjualan yang memadai. Menurut Wilison dan Cambel (2000:1297) pengendalian intern penjualan adalah sebagai berikut :
a.    Tenaga kerja yang kompoten dan dapat dipercaya disertai dengan adanya garis wewenang dan tanggungjawab yang jelas
b.   Pemisahan fungsi yang memadai untuk mencegah kesalahan-kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja.
c.    Prosedur-prosedur yang wajar untuk memberikan otorisasi terhadaps transaksi-transaksi
d.   Adanya catatan-catatan dan dokumen-dokumen yang memadai
e.    Prosedur-Prosedur yang wajar untuk pembukuan yang memadai
Meskipun penerapan suatu prosedur pengendalian intern cukup ideal manajemen tetap harus mengadakan pemeriksaan dan penilaian dan penilaian secara kontinyu terhadap penerapan pemrosesan siklus transaksi tersebut

0 komentar:

Poskan Komentar

 

^^ ~Azmi WebLog~ ^^ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review